TikTok Punya Fitur Pengingat Tidur, Cobain yuk!

TikTok rupanya sedang menguji fitur pengingat tidur. Bagaimana caranya? Business Standard menerangkan bahwa fitur tersebut memungkinkan pengguna menyetel alarm pada waktu tidur dan mematikan pengingat waktu tidur untuk waktu yang disarankan 7 jam per hari.

TikTok Punya Fitur Pengingat Tidur, Cobain yuk!
TikTok Punya Fitur Pengingat Tidur, Cobain yuk!

Fitur tersebut akan muncul di pengaturan aplikasi Durasi Layar dan pengguna yang berpartisipasi dalam fase pengujian ini akan melihat opsi pengingat tidur yang baru.

Menurut TikTok fitur pengingat tidur membantu pengguna mengetahui kapan mereka tidur dan TikTok membantu mereka tidur kapan pun mereka mau.

Saat jam mencapai waktu yang telah dipilih sebelumnya pengguna diberi tahu untuk mematikan TikTok.

Selain itu, TikTok menonaktifkan notifikasi selama 7 jam setelah pengguna mengaktifkan Waktu Tidur. Juru bicara TikTok mengatakan akan terus mengembangkan cara baru untuk meningkatkan kualitas hidup penggunanya dan alat tersebut memperluas fitur serupa lainnya dari aplikasi yang ada.

Pada Februari 2020 TikTok meluncurkan alat manajemen waktu layar dan sejak itu memperkenalkan fitur tambahan untuk memberi pengguna lebih banyak kontrol atas penggunaan aplikasi.

Sementara itu, kemampuan pengguna untuk mengikat waktu telah menjadi subjek beberapa studi psikologis sejak dimulainya TechCrunch. Salah satunya dikembangkan oleh Troy Smith dari Universitas Trinidad dan Tobago.

Ia mengadaptasi Skala Kecanduan Facebook dan menerapkannya pada 173 pengguna TikTok dan 313 pengguna Facebook.

Skala Kecanduan Facebook Bergen independen memiliki beberapa kriteria. Terobsesi dengan Facebook Merasa terpaksa terus menggunakan Facebook untuk melupakan masalah pribadi di sekolah atau tempat kerja.

Untuk studinya, Troy mengubah kata ‘Facebook’ dengan TikTok pada kriteria tersebut. Menurut penelitiannya, 68,2 persen pengguna masuk ke dalam golongan tak berisiko terkena kecanduan TikTok. Sementara, 25,4 persen responden masuk ke dalam kategori ‘risiko rendah’ dan 6,4 persen masuk ke dalam kategori ‘berisiko’.

Troy mengatakan bahwa meskipun sebagian besar pengguna tampaknya menggunakan TikTok tanpa masalah penelitian menunjukkan bahwa masalah dan penyalahgunaan tetap ada. Ini relevan dengan hukum karena mencakup tindakan yang dapat berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari korban.

Leave a Comment